#ResensiNovember2020

Judul Buku : Secangkir Kopi dan Pencakar Langit
Penulis : Aqessa Aninda
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Tahun terbit : tahun 2016
Cetakan ; Ketiga, Maret 2017
Tebal : 345 Halaman
ISBN : 978-602-02-8759-1
peresensi : VaaRida

BLURB
Satrya nggak munafik, first impression seorang laki-laki terhadap perempuan pasti tampilan fisik dulu sebelum inner beauty. Namun teori itu terbantahkan ketika Satrya tanpa sengaja meminta bantuan Athaya, seorang IT system analyst yang begitu passionate dengan profesinya, juga dijaga habis-habisan sama cowok-cowok IT yang pada sayang sama ‘dedek’ mereka ini.
Satrya bisa memilih wanita cantik mana saja untuk didekati – penampilan Satrya memang mampu bikin cewek-cewek melirik sekilas kepadanya. Tapi, ia memilih Athaya.
Sedangkan Athaya diam-diam sudah lama memendam rasa pada Ghilman. Masalahnya … Ghilman sudah punya pacar.
Di tengah-tengah business district nomor satunya di Jakarta, kopi, rokok, meeting, report, after office hour, cowok-cowok rapi dengan kemeja slim fit, kaki jenjang cewek-cewek dengan heels tujuh sentimeter, ada sepotong kisah cinta segetiga antara Athaya, Satrya dan Ghilman.
Siapakah yang akan Athaya pilih? Satrya yang menarik dan fun atau Ghilman yang baik hati serta gesture – nya yang selalu bikin jantung Athaya deg-degan?
Benarkah dicintai rasanya lebih menyenangkan dariada mencintai?
.

Satrya Danang Hadinata, 26 tahun, posisi sebagai quality assurance. Athaya Shara, seorang IT system analyst. Ghilman Wardana, Business analyst. Satrya, Athaya dan Ghilman bekerja pada satu kantor yang sama, cuma mereka beda divisi saja.

Satrya, suka memperhatikan tampilan luar seorang wanita, karena menurut dia inner beauty is bulshit. Mulai dari pakai baju apa, parfum seperti apa yang mereka pakai tidak lepas dari tatapan mata seorang Satrya, dia bukan seorang playboy atau cowok metroseksual, karena menurut dia hal-hal seperti itu ia bisa menentukan type seperti apa wanita tersebut dan bisa menentukan obrolan semacam apa yang akan mereka bicarakan. Tapi semua pandangan itu berubah setelah ia bertemu dengan Athaya. Semua orang satu kantor mempunyai pendapat yang sama bahwa seorang Satrya memang cakep, Satrya mempunyai segala hal yang bisa membuat cewek cewek tertarik kepadanya.

Athaya seorang gadis yang berada disarang penyamun, karena memang hanya Athaya saja gadis yang berada dalam tim IT, karena semuanya adalah para cowok, dan memang biasanya yang berhubungan dengan IT itu adalah para cowok. Sudah kebal berada di kandang singa, segala candaan dan rayuan yang dilontarkan oleh para cowok di tim IT dibabat habis oleh Athaya, pada akhirnya mereka malah menganggap Athaya adalah adik bagi mereka.

Ghilman, dia memang tidak bisa dikatakan jelek, tapi menurut Athaya segala tingkah laku Ghilman, cara dia tersenyum cara dia bicara mampu membuat jantung Athaya berdebar lebih cepat, dan Athaya diam-diam menyukai Ghilman tapi sayang Ghilman sudah punya pacar, pacar yang ia pacari sejak zaman kuliah.
.

Selain ada Athaya, Ghilman dan Satrya yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini, ada duo serigala dan beberapa cowok dari tim IT yang membuat cerita ini semakin hidup dan tidak membosankan. Duo serigala itu adalah Radhi dan Ganesha, yang suka menggoda Athaya dan mungkin cewek cewek kantor mereka. Selain itu ada Lasha teman dekat Athaya dan juga sahabat Ghilman sejak masih kuliah. Duo serigala Radhi dan Ganesha meskipun memang bukan peran utama tapi kekoyolan mereka malah membuat cerita ini lebih hidup dan lebih berwarna. Apalagi kalau mereka sedang berkumpul di chat grup WA, salah satu contohnya seperti berikut ini :
Radhian : kepada saudara Satrya Danang, segera backup semua pekerjaan anda, karena kurang dari 1×24 jam akses komputer anda akan kami block.
Larasati Shanaz : dodol, mau block kok pengumuman.
Ghilman Wardana : 1×24 jam?kayak pos satpam aja lo, Mat harap lapor.
Ganesha Akbar : jangan nakal-nakal ya. Sat Sat, Athaya adik kesayangan kakak-kakak IT
Larasati Shanaz : Hih Taya juga males kali nganggep lu pada abangnya.
.

Kelebihan buku ini dibanding dengan cerita yang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa cerita ini memang tentang cinta segitiga, tapi cinta segitiga dalam kisah ini sangat berkelas, tidak ada adu jotos, tidak ada saling iri, tidak ada yang saling menjatuhkan. Tidak ada persaingan. Intinya tidak ada drama yang lebay, terus kalau tidak ada drama lebay seperti itu bagaimana ada konfliknya, siapa bilang tidak konflik, konfliknya lebih keren disini, bikin jatung deg-deg an dan gak bakalan berhenti baca sebelum selesai. Sejatinya cewek bukan untuk diperebutkan.
.

Quote favorit yang aku suka dalam novel Secangkir Kopi dan Pencakar Langit adalah sebagai berikut :
“Suka itu lumrah, bergantung kadarnya aja. Yang khianat itu kalau dipupuk perasaannya. Jadi kadarnya berlebihan”
(Halaman 325)

.

Buku ini cocok dibaca semua orang, meskipun karakter tokoh di atas umur 20 tahun tapi masih aman kalau dibaca anak anak remaja.

#BacaYuk
#ResensiVaaRida

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share