Judul Buku:
Dari Balik Penjara Al-Assad
Suriah 2011-2019

Penulis:
Relawan Sahabat Al-Aqsha

Jumlah halaman:
190 halaman

Penerbit:
Tim Relawan Sahabat Al-Aqsha

Tahun terbit:
15 Mei 2020

Genre:
Nonfiksi/Sejarah

Cetakan:-
Free Online Book
Dapat diunduh di link e-book:

E-Book: Dari Balik Penjara-Penjara Al-Assad

Peresensi:
Naurah (@naurahnazhifah2018)

Bismillahirrahmanirrahim,
Hati saya bergetar saat membaca buku ini. Saya tak kuasa menangis, dan marah. Jika kita seorang awam maka kita mengenal kata kemanusiaan dan hak asasi manusia. Terlebih lagi jika kita adalah seorang muslim, maka kita juga mengenal kata ‘ukhuwah’.

Saya mengutip pengertian hak asasi manusia menurut undang-undang RI nomor 39 tahun 1999. HAM merupakan hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Dunia juga mengenal HAM yang diartikan sebagai ‘Human Rights’.
Hal ini diatur dalam perserikatan bangsa-bangsa (United Nations).
“Human rights are rights inherent to all human beings, regardless of race, sex, nationality, ethnicity, language, religion, or any other status. Human rights include the right to life and liberty, freedom from slavery and torture, freedom of opinion and expression, the right to work and education, and many more”

Dan ‘ukhuwah’ yang berarti persaudaraan.

Dasar ajaran ukhuwah adalah firman Allah SWT dalam surat al Hujurat ayat 10 yang artinya,
”Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

”Orang Mukmin itu bagaikan satu jasad, atau bagaikan satu bangunan yang saling mengukuhkan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Apa yang terjadi di Suriah sangat tidak manusiawi. Buku ini baru merangkum tentang apa yang terjadi di balik penjara. Belum apa yang seluruhnya terjadi di negeri Syam,
suriah. Jika kita membaca media, maka pikiran kita akan dimanipulasi dengan kehidupan bahagia suriah yang sangat sejahtera dan makmur di kota Damaskus, ibu kota suriah, tetapi, mereka tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di luar kota Damaskus. Mereka berdalih, kelompok pemberontak ingin menggulingkan kekuasaan rezim dan mengakibatkan masyarakat sipil terluka. Itulah pembohongan yang dikatakan oleh pemerintah Suriah. Jika kita menilik lebih dalam lebih dari 75% masyarakat suriah adalah Islam Sunni-Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Tidak ada yang memilih pemerintah Syiah yang berkuasa sekarang yang jumlahnya hanya 15% penduduk suriah. Semua juga seakan telah diatur dan didukung oleh negara liberal, sekuler, dan juga dukungan dari negara Syiah lainnya. Jika ada pemikiran sekuler dari masyarakat suriah hal ini adalah warisan dari penjajahan Prancis. Lalu, melahirkan pemerintahan rezim Bashar Al Assad. Yang meneruskan kekuasaan pemerintahan ayahnya yang juga seorang Syi’ah nusairiyah yang telah membantai 40.000 muslim Sunni di kota Hama, suriah tahun 1980-an. Kelompok pemberontak yang dimaksud pemerintah adalah Mujahidin Suriah, mereka berjuang menegakkan keadilan di suriah.
Bagi rezim Bashar al-Assad darah Sunni yang tumpah adalah halal. Mereka yang dipihak pemerintah mengaku Islam, tapi mengagungkan presiden Bashar al-Assad diatas Allah. Jika teman-teman mencari informasi di YouTube yang ada sangat banyak tentang manipulasi media mengenai Suriah. Mereka yang hidup di kota Damaskus hidup bergelimang kenikmatan duniawi dibawah ketiak Rezim Bashar al-Assad. Itulah sekilas mengenai Suriah.

Ketertarikan saya membaca buku ini bermula saat ustadz Felix Siauw mempublikasikan video berjudul Free E-Book dari sahabat al-aqsha di kanal youtube beliau. Beliau juga menyertakan link untuk mengunduh buku ini. Saya membuka link tersebut, lalu mengisi form. Sebulan kemudian buku tersebut sampai di E-mail saya.

Sampul depan buku ini, telah menggambarkan apa yang terjadi di Suriah. Butuh keberanian untuk melangkah membaca halaman demi halaman. Karena begitu banyak gambar atau konten yang membuat hati kita teriris, sungguh tidak manusiawi. Bahkan binatang pun tak layak mendapat perlakuan seperti itu. Buku ini ditulis oleh relawan sahabat al-aqsha melalui investigasi dengan dua metode. Pertama, metode wawancara dengan orang-orang yang merasakan kekejaman penjara rezim Bashar Al-Assad. Kedua, investigasi digital dengan memeriksa foto-foto yang paling terpercaya dan valid. Merangkumnya dengan detil dan bertanggungjawab.

Buku ini tersusun sangat rapi dan memiliki judul Bab diantaranya: Mengapa Suriah penting; Selintas Suriah Pra- dan Pasca- 2011; Penjara-penjara terkejam Suriah dan 45 jenis penyiksaan di dalamnya; Korban-korban terawal kekejaman rezim; Kasus 55 ribu foto bukti penyiksaan sampai mati; Suara dari balik kegelapan: penyiksaan dan pemerkosaan tahanan perempuan; Kekerasan seksual terhadap tawanan laki-laki; Wawancara dengan bekas tahanan al-Assad; Ikhtisar upaya-upaya hukum dunia; Surat seorang pekerja kemanusiaan kepada ibu-ibu Indonesia.

Hasbunallah wa ni’mal wakil, itulah yang selalu dikatakan orang-orang Suriah

Setelah membaca buku ini saya mengetahui pentingnya dan keistimewaan Syam bagi umat muslim, juga batas batas wilayah Syam yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Bahwa Allah swt. memuliakan tanah Syam dan penduduk nya, karena itu merupakan benteng umat muslim di akhir zaman. Buku ini juga menjawab rasa penasaran saya tentang sejarah negara Suriah.

Pada halaman depan, setelah sampul. Tim penulis, menuliskan kata-kata yang berbunyi:

Ya Allah
Ini pembelaan kami
Di Indonesia
Terhadap keluarga kami
Ahlusy Syam
Yang RasulMu
Shalallahu ‘alayhi wa sallam
jadikan barometer ummat:

“Bila rusak Ahlusy Syam, maka tidak ada lagi kebaikan pada kalian.”
(Diriwayatkan Ahmad [20361], diriwayatkan dan dishahihkan Tirmidzi [2192], dan dishahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah [403])

# ResensiOktober2020

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share