#Resensioktober2020

Judul buku: Pernah Tenggelam
Penulis: Fuadh Naim
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Alfatih Press
Tebal buku: 225 halaman
Peresensi: Eni Mu’ta

Korea “mendakwahkan” Hallyu kepada dunia. Muslim yang nggak ngaji dan nggak mendakwahkan Islam adalah sasaran yang sangat potensial. (hlm.21)

Korean Wave (gelombang Korea) yang menghanyutkan generasi muda bahkan ada yang ‘pernah tenggelam’ bukan ujug-ujug terjadi lho. Ini buah dari ‘dakwah’ yang mereka lakukan.
.
Fuadh Naim dalam bukunya Pernah tenggelam ini menjelaskan Timeline Hallyu. Eksisnya mulai tahun 1999 dimana beberapa K-Drama mulai diputar di China hingga tahun 2018 Boyband BTS mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara di Sidang ke-73 Majlis PBB. Waoh..waoh…👏🏻👏🏻😰
.
Buku setebal 225 ini berisi curhatan X K-popers yang kini sudah berhijrah. Dengan gaya bahasa suka-suka dan mengalir ringan, baca buku ini kayak ngemil aja. Meski begitu, isinya luar biasa lho. Banyak hal yang berkesan.
.
Bukan berisi fatwa-fatwa larangan all about Korea. Bukan pula menghina para oppa atau menghakimi pencinta Korea. Semacam perjalanan berpikir. Penulis berusaha merangkul dengan memberikan paparan pengalamannya hingga memutuskan untuk berhijrah.
.
Ada 6 poin yang dibahas dalam buku ini. Gelombang oppa. Bermain ombak. Pernah tenggelam. Ada apa dengan Korea?. Dehallyusinasi dan Comeback Stage.
.
Saya cukup antusias membaca buku ini. Berasa ada yang pernah saya alami di masa dulu. Yup, pernah hampir tenggelam menjadi penikmat drama Korea (Drakor). Saya akui jalan cerita Drakor emang bagus. Bikin penasaran dan ketagihan. Hingga lupa waktu. Dan ngefek dalam kehidupan.
.
Bahaya jika generasi dibiarkan hanyut apalagi tenggelam semakin dalam. Benar kata Fuadh Naim. Awalnya sih biasa aja, tapi dibalik Korean Wave ini ada misi. Misi yang sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Secara halus generasi muslim diajak untuk mentolerir dan menerima itu semua. Seperti adanya unsur lgbt dan sex bebas dalam Korean Wave.
.
Buku ini sangat cocok dibaca kalangan usia. Khusunya generasi muda. Agar gak mudah terbawa gelombang apapun itu yang bertentangan dengan aqidah Islam. Buku ini juga mengajak mendudukkan diri sebagai muslim apa yang seharusnya dilakukan.
.
Memang ada sisi positif yang bisa diambil yakni kegigihan Korea dalam mencapai tujuannya. Padahal tujuan mereka tak lebih dari kefanahan dunia. Mereka mati-matian meraihnya. Bagaimana dengan kita yang mengaku punya tujuan akhirat, surga. Sudah segigih apa? Apakah sudah mati-matian juga untuk menggapainya?

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share