Judul Buku : Terpenjara Luka Lama—Menghalau Galaunya Pendidikan Kita
Penulis : Herman JP. Maryanto
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun : 2015
Hal: X+142
Peresensi: Luthfi Almumtazah
📚

Berbicara tentang pendidikan tidak akan habis dalam sehari. Begitu banyak problematika yang terjadi, baik dari sistem, pendidik, peserta didik ataupun dari sisi orang tua.

Keinginan untuk tampil lebih pintar, lebih jenius, lebih terkenal, diberi pujian dan penghargaan mewarnai degup pendidikan kita. Sehingga memicu para pelaku pendidikan untuk meraihnya dengan cara apapun.

Herman JP. Maryanto menyajikan beberapa cerita pendek yang merefleksikan kegalauan dalam dunia pendidikan. Mengawali cerita pada buku ini, penulis menggambarkan pada pembaca bahwa anak adalah titipan dari sang Maha Kuasa, jangan paksa anak berkembang sesuai keinginan orang tua, akan tetapi didiklah anak sesuai tuntunan sang Pencipta.

Selanjutnya dituliskan bagaimana kita harus mempercayai potensi anak, lalu mendorongnya untuk berkembang sesuai potensinya. Di sini kita tahu mendidik itu adalah sebuah seni yang harus disentuh dengan sayang dan menaruh harapan terbaik bagi anak atau siswa.

Bagian lain, penulis menyuarakan kegalauannya terhadap cara pendidik dan orang tua yang obsesi dengan segudang prestasi anak tapi disaat yang bersamaan merenggut masa kecil anak/siswa. Sehingga yang terbentuk adalah anak yang ambisius dan tidak peduli dengan lingkungannya. Bahkan tak jarang obsesi berujung maut. Maka perlu perbaikan serius dalam pendidikan kita.

“Akselerasi Berujung Depresi”, “Terpenjara Luka Lama”,”Anakku Takut Surga”,”Dikucilkan”, beberapa judul cerita dalam buku ini yang mewakili prolematika pendidikan.

Buku Maryanto ini tidak terlalu tebal tapi cerita yang disajikan cukup mewakili kegalauan yang dialami. Pembaca diajak berpikir bagaimana seharusnya peran kita dalam pendidikan.

#resensiOktober2020

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share