#ResensiOktober2020

I want to die but I want eat Tteopokki | Bae Se Har | Penerbit Haru | 2019
| 236 hlmn | ISBN: 978-623-7351-03-0 | Peresensi: @Kiikhy

Beli buku ini karena penasaran sama judulnya yang buat saya “manggil” banget buat dibaca, ditambah dengan desain covernya yang bikin saya jatuh hati. Udah gitu konsep bukunya beda dari buku kebanyakan bikin saya makin penasaran.

Buku ini merupakan kisah nyata dari pengalaman Bae Se Hae, cewek Korea yang mengidap distimia (depresi berkepanjangan) selama lebih dari 10 tahun yang dituangkan dalam bentuk percakapan antara Ia dan Psikiaternya saat sesi konseling selama 12 minggu. Unik kan? Tapi gak semua isinya melulu percakapan kok, di setiap bab ada tulisan yang berisi curhatan dan pemikirannya. Jadi membaca buku ini semacam membaca buku diary seseorang.
F#ResensiOktoberyi, untuk buku terjemahan buku ini tertolong gak kaku bahasanya, jadi masih asik dibacanya.

Dari sini, saya belajar menyelami pikiran orang yang mengalami depresi. Oh ternyata mengerikan sekali ya. Hal-hal yang kita anggap sepele dan tidak kita gubris ternyata menjadi sangat menyiksa untuk orang-orang yang mengalami ini. Saya juga belajar bagaimana cara seorang psikiater menjadi pendengar yang efektif. Keren banget sih ilmunya.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan depresi. Kalau dilihat dari kasus seorang Bae Se Hae, ini disebabkan diantaranya oleh kurangnya rasa percaya diri, kecemasan berlebihan, dan tekanan dari keluarga dan lingkungan. Yang menarik, buku ini menjadi Best seller di Korea karena katanya banyak yang merasa relate dengan apa yang dirasakan oleh Se Hae. Serem ya?

Saya jadi penasaran, apakah di Indo kasus depresi juga banyak ya? Apakah sudah tertangani dengan baik? Ini bisa jadi riset yang menarik buat dikulik 😁

Kalau Bae Se Hae tertolong karena kesukaannya terhadap Tteopokki (yang bikin Ia gak sampe mau bunuh diri kalau lagi depresi), kalau saya tertolong sama gorengan sih kayaknya, makanya tahu goreng jadi masuk frame haha. Kidding.

Semoga kita semua bisa terlindung dari depresi ya, karena kuatnya keinginan kita untuk makan tahu goreng eh sorry, karena kuatnya keimanan kita ding 😂✌🏻.

“Rasa percaya bahwa meskipun bukanlah hari yang sempurna, hari ini bisa menjadi hari yang cukup dan baik-baik saja. Rasa percaya bahwa hidup adalah ketika aku merasa depresi seharian penuh, aku masih bisa tersenyum hanya gara-gara sebuah hal kecil sekalipun.” – Bae Se Hae

 

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share