#resensioktober2020
.
Judul: Habibie & Ainun
Penulis: Bacharuddin Jusuf Habibie
Penerbit: THC Mandiri
Tahun: 2012
Halaman: 323
Peresensi: @ranisyahreza

Selama ini dunia mengenal kisah Romeo Juliet sebagai kisah cinta abadi yang melegenda. Di Indonesia, kita mengenal Habibie Ainun sebagai kisah cinta abadi yang benar2 nyata. Membaca ini membuat diri ini menyimpulkan bahwa cinta sejati itu benar2 ada, cinta yang tulus, bahkan hingga maut menjemput.

Ditulis langsung oleh tokoh utama cerita, eyang Habibie, yang pernah menjabat sebagai presiden RI meski tak lama. Perjalanan cintanya dengan ibu Ainun, mulai dari masa sekolah, di mana eyang Habibie meledeknya sebagai gula jawa, padahal sebenarnya memiliki perasaan suka.

Begitu membuka halaman awalnya saja, kekuatan cintanya eyang Habibie terhadap ibu Ainun seakan sudah terasa, lewat kata2nya:
Buku ini dipersembahkan untuk isteri saya tercinta, HASRI AINUN HABIBIE, yang Jiwa, Roh, Batin dan Nuraninya Manunggal di mana pun kami berada, sepanjang masa

Mulai dari peristiwa di Rangga Malela, sampai dipanggilnya ibu Ainun oleh Yang Maha Kuasa. Eyang Habibie menuliskan secara lengkap kisah hidupnya bersama wanita tercintanya. Di bagian akhir, eyang Habibie menuliskan doa Habibie & Ainun, yang ketika membacanya, tubuh ini tak kuasa menahan air mata. Tak salah jika Ahmad Watik Pratiknya menuliskan dalam prolognya, bahwa buku ini lebih bermakna dari Taj Mahal, karena meski buku ini dan Taj Mahal sama2 melambangkan cinta seorang suami kepada istrinya, namun Taj Mahal hanya bisa dinikmati keindahannya, sementara buku ini selain dapat dinikmati ceritanya, juga dapat diambil pesan2nya.

Tak hanya menikmati kisah cinta Habibie Ainun, lewat buku ini juga kita bisa tahu bagaimana perjalan hidup seorang B.J. Habibie. Meski selama ini kita tahu beliau menghabiskan sebagian hidupnya di Jerman, tapi ternyata kehidupannya di Jerman tak semudah yang kita bayangkan. Banyak perjuangan dan kegigihan untuk bertahan.

Satu kata untuk buku ini: masterpiece

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share