Judul: Azan Terakhir Bilal bin Rabah
Narasi dan Juru Gambar: Ardian Syaf
Penerbit: Syafq Komik
Tahun Terbit: Maret 2020
Cetakan: Pertama
Peresensi: Evyta Ar

Meresapi Kedalaman Perasaan Bilal bin Rabah Lewat Komik

Merinding dan terharu, itu yang saya rasakan ketika membaca kisah Bilal bin Rabah dalam bentuk komik besutan Ardian Syaf yang berjudul Azan Terakhir. Secara fisik, komik ini tergolong eksklusif. Bersampul keras, halaman penuh warna dari kertas licin, juga terdapat pembatas buku berupa tali pita layaknya buku-buku dengan halaman tebal. Nampaknya pihak penerbit tidak tanggung-tanggung dalam membuat buku ini.

Azan Terakhir berkisah tenang kehidupan Bilal bin Rabah sejak ia masuk Islam hingga ia wafat, termasuk bagaimana ketika ia disiksa sebagai budak karena keislamannya tersebut. Yang paling menonjol dari komik ini adalah ilustrasinya yang khas dengan tarikan-tarikan detail, menggambarkan berbagai karakter, guratan wajah, juga perasaan seolah nyata dirasakan oleh pembaca.

Komikusnya memang pernah bekerja di Marvel Comics. Kalau Anda pernah mendengar komik X-Men, beberapa di antaranya merupakan karya dari Ardian Syaf. Meskipun pada akhirnya komikus ini putus kontrak dengan Marvel Comics karena memasukkan pesan tersembunyi berupa simbol-simbol atau angka yang dianggap mewakili pandangan politik atau agama tertentu, karya-karya Ardian Syaf masih memiliki ciri khas yang indah.

Melalui komik ini, rasanya membaca sejarah tokoh sahabat nabi menjadi lebih nikmat dan mengasyikkan. Tidak lagi ada kesan berat atau membosankan. Di dalam Azan Terakhir, pembaca dapat merasakan aneka perasaan dan ekspresi dari tokoh-tokoh yang diceritakan. Bagaimana kepedihan dan sakitnya Bilal ketika disika, kesedihan dan kepedihannya kala nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, juga kebahagiaan Bilal ketika pada akhirnya menutup mata untuk terakhir kali. Semua diilustrasikan dengan sangat rinci melalui gambar.

Membaca komik ini akan membuat pembaca terhanyut di dalam kisah orang pertama yang diminta Rasulullah untuk mengumandangkan azan. Tidak hanya bagus untuk dewasa, komik yang ditulis oleh komikus Gundala ini juga layak dibaca oleh semua usia.

#ResensiAgustus2020

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share