Judul: Diary Pra Nikah Muslimah
Penulis: Shobrina Al Latif – Layla An Nibras
Penerbit: GazzaMedia
Tebal: 184 halaman
Peresensi: L. Yuniasari | @mylucky0606

“Tahukah rasanya debar-debar menjelang pernikahan? Rasanya sangat menakjubkan. Campur-campur rasa suka, bahagia, tapi ada pula perasaan takut dan khawatir..”

Buku dengan panjang dan lebar yang hampir sama ini merupakan buku panduan menjelang pernikahan yang berisikan persiapan-persiapan yang dapat dilakukan oleh seorang Muslimah menjelang hari bahagianya.

Pernikahan merupakan jalan yang akan ditempuh oleh seorang Muslimah. Akan tetapi, dalam mempersiapkannya, tidak jarang seorang Muslimah justru terlupa mengenai persiapan apa saja yang mesti dia siapkan. Untuk itulah, buku ini hadir sebagai pengingat sehingga seorang Muslimah mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan.

Buku ini akan membawa pembacanya untuk menggali hal-hal tersembunyi sekaligus mengetahui bagaimana sih diri kita ini. Awalnya, kita akan dibawa pada lembaran kosong di antaranya berisikan identitas diri, agenda atau rutinitas sehari-hari, ibadah yaumiyah (ibadah harian), sampai dengan hal-hal yang mengerucut pada “kewanitaan” yang memang perlu untuk kita isi dengan tulisan sebagai bahan perbekalan menuju momen yang dinantikan.

Selanjutnya, pembaca akan diajak menyusuri lima pintu.

Pintu pertama, mengenai niat untuk menggapai munakahat.

Pintu kedua, mengenai perbekalan ilmu yang diharap tentu akan bermanfaat.

Pintu Ketiga, mengenai kemantapan hati pada saat-saat dimana “proses” yang dijalani menjadi semakin dekat.

Pintu Keempat, yang merupakan pintu terkahir yang perlu kita telusuri dalam buku ini, saat dimana diri menuju peraduan yang mendebarkan namun begitu dinanti.

Menurut saya, salah satu yang menjadi kelemahan pada buku ini adalah penulisan Ejaan Bahasa Indonesia berikut penggunaan tanda baca yang masih belum maksimal. Bagi sebagian orang, termasuk saya, hal ini justru menghadirkan ketidaknyamanan pada saat membaca terlebih lagi bagi orang yang kesehariannya terbiasa berhadapan dengan naskah serta bacaan yang perlu untuk dia edit [re:editor], itu rasanya cukup mengganggu (^^;)

Selebihnya, mengenai muatan dan isi dari buku ini, saya menilai bahwa bahasa yang disampaikan begitu mudah dipahami dan dimengerti, sehingga buku ini dapat menjadi satu dari sekian banyaknya jenis buku “serupa” yang bisa kita baca menjelang hari yang mungkin telah dinanti sebelumnya.

Terakhir, melalui resensi ini, saya mohon do’a dan restu kepada mba-mba di grup ini.
InsyaaAllah Kamis, dua hari ke depan dari hari ini, saya akan melangsungkan pernikahan. Ini serius, bukan hoax

0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share
+1